SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI :) SEMOGA ANDA MENIKMATI DAN JANGAN LUPA UNTUK BERKUNJUNG LAGI :) Oktober 2020 | Tugas dan Penulisan

Rabu, 28 Oktober 2020

KRISIS EKONOMI DI INDONESIA DISEBABKAN OLEH PANDEMI COVID-19


BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Baru-baru ini Indonesia digemparkan dengan berita menyebarnya sebuah virus yang berasal dari China. Virus merupakan sebuah bahasa yang berasal dari Yunani yaitu Venom yang berarti racun dan dapat dengan cepat menular ke tubuh manusia dengan berbagai cara. Virus yang berasal dari China ini dikenal dengan nama Coronavirus. Coronavirus merupakan salah satu virus yang serupa dengan common cold atau pilek yang dapat menyebabkan penyakit ringan hingga serius. Sedangkan virus yang menggegerkan di Negara Indonesia yang berasal dari China merupakan Virus Corona. Virus corona baru ditemukan menyebabkan penyakit coronavirus Covid-19. Covid-19 ini merupakan penyakit menular dan baru diketahui ketika wabah ini dimulai dari Wuhan, China pada bulan Desember 2019.

Virus ini merupakan virus yang berasal dari hewan seperti kelelawar yang ditularkan kemanusia di Kota Wuhan, China dimana akibat dari masyarakat disana yang gemar memakan makanan-makanan yang tidak lazim untuk dimakan seperti kelelawar tersebut. Virus ini pun akhirnya menyebar hingga seluruh dunia bahkan indonesia. World Health Organization (WHO) telah menetapkan bahwa Covid-19 atau coronavirus ini merupakan pandemi yang telah menyebar ke seluruh dunia. Ini adalah virus pertama yang sampai menyebar ke seluruh penjuru dunia dan menyebabkan banyak permasalahan seperti sosial, ekonomi dan menyebabkan kenaikan mortalitas (kematian) pada masyarakat. Virus ini menyebar dengan sangat serta gejala yang dirasakan umumnya adalah demam, kelelahan dan batuk kering. Gejala yang dirasakan biasanya ringan dan mulai secara bertahap, pemerintah mengatakan gejala Covid-19 ini dinyatakan positif setelah 14 hari.

Dengan munculnya Covid-19 pemerintah Indonesia mulai menegaskan bahwa masyarakat di himbau untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah upaya untuk menghindari meningkatnya penyebaran Covid-19. Cara yang dilakukan pemerintah adalah dengan melakukan social distancing dan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar. Untuk saat ini masyarakat Indonesia sudah mulai mengikuti dan mematuhi perintah yang diberikan pemerintah meskipun masih banyak orang-orang yang belum bisa mematuhinya.

Akan tetapi dari kebijakan tersebut dan akibat dari pandemi virus ini muncul permasalahan yang dirasakan dari berbagai kalangan baik kalangan atas, menengah dan bawah. Namun, tentu saja kalangan bawah merasakan dampak yang begitu besar, pasalnya mereka menjadi kesulitan dalam mencari nafkah dan kesulitan untuk mendapatkan alat pencegahan Covid-19 seperti handsanitizer dan masker sehingga mereka mudah terkena virus sehingga menyebebakan kematian. Pemerintah pun berupaya semaksimal mungkin agar bisa menangani pasien-pasien Covid-19 dengan baik dan juga memberikan alat pencegahan kepada kalangan bawah.

Selain itu kondisi saat ini dimana Indonesia sebagai negara yang memiliki bonus demografi yang seharusnya sedang dalam kondisi membangun sebuah kekuatan ekonomi yang sangat besar harus mengalami keterlambatan ekonomi akibat dari wabah virus ini dimana, kondisi saat ini membuat perekonomian negara menjadi terganggu. Selain itu adanya program PSBB serta progran Physical Distancing diberbagai daerah sebagai langkah negara dalam mencegah penularan virus tersebut ternyata memiliki dampak yang buruk dalam segi pertumbuhan ekonomi.

Dimana kodisi saat ini secara tidak langsung membuat ekspor dan impor produk menjadi tergangu, serta berkurangnya atau melambatnya laju investasi. Hal ini terjadi akibat dari sulitnya masuk investasi dari luar akibat pengaruh wabah virus ini. Selain itu banyaknya tenaga kerja produktif yang harus mengalami putus hubungan kerja akibat dari kondisi saat ini yang membuat berbagai bidang khususnya industri mengalami penurunan penjualan dan permintaan pasar seperti industri tekstiel dan industri garme dalam basis pembuatan pakaian secara masal. Banyaknya yang mengalami pemutusan hubungan kerja ini membuat tingginya jumlah angka pengangguran.

Hal ini lah yang mennjadi ancaman bagi ekonomi di Negara Indonesia dimana pertumbuhan ekonomi yang telah mengalami pelambatan ditambah kurangnya laju investasi serta banyaknya pengangguran dan penuhnya kebutuhan medis dalam rangka mengatasi permasalahan virus corona membuat sebuah masalah bari di negeri ini. Sebagai negara yang mendapatkan bonus demografi di tahun ini seharusnya Indonesia mampu membangun ekonomi dengan baik akan tapi bagaimana proses pembangunan tersebut dapat terjadi. Oleh karena itu artikel ini dibuat untuk membasah bagaimana indonesia sebagai negara yang memiliki bonus demografi menghadapi masalah ekonomi ditengah krisis akibat penyebaran virus corona.

  1. Rumusan Masalah

1.      Bagaimana kondisi Indonesia sebagai negara yang mendapat bonus demografi ditengah ancaman krisis ekonomi akibat pandemic covid-19?

2.      Bagaimana upaya pemerintah dalam menangani krisis ekonomi pada saat pandemi covid-19 ?

3.      Bagaimana upaya masyarakat yang menjadi bonus demografi di Indonesia dalam menghadapi krisis ekonomi akibat pandemic covid-19?

  1. Tujuan

1.      Mengetahui kondisi perekonomian di Indonesia sebagai negara yang mendapatkan bonus demografi ditengah acamanan penyebaaran virus covid-19

2.      Mengetahui peran pemerintah dalam menangani krisis ekonomi saat pandemi covid-19

Mengetahui peran masyarakat khususnya masyarakat yang menjadi bagian dari bonus demografi di Indonesia dalam menanggapi krisis ekonomi saat pandemi covid-19.

 

                 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

  1. Virus COVID-19

Virus merupakan sebuah partikel yang masih belum diketahui dan dibicarakan statusnya apakah ia termasuk makhluk hidup atau benda mati. Dikatakan makhluk hidup karena virus dapat memperbanyak diri dalam tubuh dan dikatakan benda mati karena virus dapat dikristalkan. Para ahli biologi menetapkan bahwa virus merupakan organisme non-seluler karena ia tidak mempunyai kelengkapan seperti sitoplasma, organel sel dan tidak bisa membelah diri sendiri. Ada beberapa tokoh telah melakukan penemuan virus pertamanya seperti Dmitri Ivanovski (1892, Rusia) mengatakan bahwa ia mencoba menyaring getah tanaman yang sakit dengan filter bakteri sebelum disemprotkan ke tanaman sehat. Hasilnya, tanaman sehat tetap tertular. Ia menyimpulkan bahwa ada partikel yang lebih kecil lagi dari bakteri yang lolos saringan yang menularkan penyakit.

Hal tersebut menyatakan bahwa virus berupa bakteri yang sangat kecil sehingga keberadaannya sangat sulit untuk dijangkau bahkan ia masih dapat lolos meskipun sudah diberikan disinfektan. Virus mempunyai bentuk yang berbeda-beda seperti ada yang berbentuk bulat, oval,memanjang, silindaris dan ada juga berbentuk T. Variasinya pun bermacam-macam dari segi ukuran, bentuk dan komposisi kimiawinya. Untuk melihat virus harus menggunakan mikrosop elektron sebab virus ukurannya sangat kecil dibanding bakteri dan berkisar dari 0,02 mikrometer sampai 0,3 mikrometer.

Dalam proses perkembangbiakan virus membutuhkan metabolisme sel penjamur untuk membantu penggabungan virus lainnya. Sehingga virus dapat berkembangbiak dengan cepat didalam tubuh inang. Virus sendiri tidak melulu dapat menimbulkan penyakit di dalam tubuh akan tetapi ada virus yang memiliki peran mikroorganisme yang menguntungkan dan ada yang merugikan. Virus yang menguntungkan bagi tubuh adalah virus yang berperan penting dalam rekayasa genetika karena dapat digunakan sebagai pengganti gen (reproduksi DNA yang secara genetis identik). Misalnya virus yang digunakan dalam terapi gen terhadap manusia guna menyembuhkan penyakit gen (penyakit bawaan sejak lahir) seperti diabetes dan kanker. Sedangkan virus yang merugikan adalah virus yang dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit pada makhluk hidup seperti manusia, tumbuhan dan hewan. Virus yang merugikan dan dapat menyebabkan penyakit adalah virus hepatitis, virus hepatitis A (HAV), Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan sebagainya.

Dalam penyebarannya virus dapat menyebar melalui berbagai jaringan :

  • Melalui saluran pernafasan
  • Melalui saluran pencernaan
  • Melalui kulit
  • Melalui plasenta

Covid-19 atau Coronavirus Disease 2019 adalah penyakit baru yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan radang paru. Covid-19 disebabkan oleh infeksi Severse Acute Respritory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Coronavirus pertama kali di temukan di Wuhan, China tepatnya di pasar hewan Huanan, Wuhan. Umumnya masyarakat Wuhan terbiasa mengkonsumsi daging hewan liar, mereka bahkan menjual hewan tersebut dalam kondisi hidup sehingga dari mengkonsumsi daging hewan liar tersebut masyarakat Wuhan mengalami gejala yang akhirnya dinyatakan positif coronavirus. Sebab coronavirus awalnya menular dari hewan ke manusia namun kemudian diketahui bahwa coronavirus juga menular dari manusia ke manusia. Awal mulanya kemunculan coronavirus diduga merupakan penyakit pneumonia karena memiliki gejala yang sama seperti flu pada umumnya. Akan tetapi virus corona ini mampu berkembang sangat cepat sehingga mengakibatkan infeksi lebih parah dan gagal organ.

Gejala yang dimunculkan umumnya sangat beragam seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot, nyeri kepala dan yang sangat parah adalah pneumonia atau sepsis. Sehingga coronavirus diartikan sebagai kumpulan virus yang bisa menginfeksi system pernapasan. Selain disebabkan oleh virus SARS ditemukan juga virus penyebab lainnya yaitu virus MERS atau Middle-East Respritory Syndrome, kedua virus itu termasuk kedalam kelompok virus yang sama yaitu coronavirus. Covid-19 dengan SARS dan MERS memiliki perbedaan yaitu kecepatan penyebaran dan keparahan gejala yang ditimbulkan. Virus ini dapat menyebar ke siapa saja, akan tetapi akan sangat berbahaya jika coronavirus terjadi pada orang yang lanjut usia, ibu hamil dan orang yang memiliki penyakit tertentu seperti perokok, asma, kanker dan tentu saja pada orang yang memiliki imunitas tubuh yang lemah.

Karena coronavirus ini mudah menyebar dan menginfeksi siapapun, bahkan tenaga medis pun dapat dengan sangat mudah terinfeksi coronavirus yang ditularkan dari pasien pengidap coronavirus diperlukannya APD untuk para tenaga medis agar mereka terhindar dari penyakit coronavirus tersebut. Dalam melakukan pemeriksaan kepada orang – orang yang dianggap mengidap coronavirus para tenaga medis melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah orang tersebut positif atau tidak, pemeriksaannya tersebut melalui beberapa test seperti :

·         Rapid Test bertujuan sebagai penyaring.

·         Swab Tes atau Tes PCR bertujuan untuk mendeteksi virus corona di dalam dahak.

·         CT Scan bertujuan untuk mendeteksi infiltrate atau cairan di paru-paru.

Dalam melakukan pencegahan agar tidak terkena coronavirus masyarakat dianjurkan untuk menghindari factor – factor yang dapat menyebabkan coronavirus, yaitu dengan :

·         Menggunakan Masker

·         Menjaga jarak

·         Rutin mencuci tangan

·         Tidak menyentuh mata, mulut dan hidung sebelum mencuci tangan

·         Menjaga kondisi tubuh dengan minum vitamin

·         Hindari kontak dengan penderita covid-19

·         Tutup mulut dan hidung ketika bersin dan batuk

·         Jaga kebersihan rumah dan lingkungan

 

  1. Bonus Demografi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bonus di definisikan sebaga upah tambahan di luar gaji atau upah sebagai hadiah atau perangsang gaji/upah. Yang pelu digaris bawahi mengenai definisi ini adalah tambahan atau hadiah.Kalau kita mendapat tambahan atau upah atau hadiah berarti merupakan suatu keuntungan bagi kita.

Bonus demografi bukan merupakan upah ataupun bukan merupakan uang.Tetapi bonus demografi diartikan sebagai keuntungan yaitu keuntungan ekonomi yang disebabkan rasio ketergantungan. Rasio ketergantungan pada saat bonus demografi adalah yang paling rendah yang terjadi hanya satu kali dalam sejarah perjalanan penduduk.

Rasio ketergantungan atau dependency ratio yang rendah berarti penduduk usia produktif (usia 15 – 64 th) proporsinya besar. Bila penduduk usia produktif proporsinya besar, ini dapat menguntungkan negara. Karena mereka yang dapat menghasilkan (dari bekerja), sehingga roda perekonomian berputar dengan baik. Sedangkan usia non produktifnya (0-14 th dan diatas 65 th) proporsinya sedikit. Artinya mereka yang tidak menghasilkan ini ditanggung oleh usia yang prroduktif.

Terminologi bonus demografi masih asing bagi warga masyarakat. Di kalangan akademisi pun banyak yang belum memahami apa dan bagaimana bonus demografi itu, serta apa urgensinya bagi Indonesia. Padahal, para pakar kependudukan memprediksi bahwa Indonesia akan mendapat bonus demografi pada tahun 2020-2030 mendatang, yakni jumlah penduduk usia produktif sangat besar sedangkan jumlah penduduk usia muda sangat kecil sementara jumlah penduduk lanjut usia belum banyak.

Besarnya proporsi penduduk usia produktif yakni yang berada pada rentang usia 15 tahun sampai 64 tahun dalam evolusi kependudukan tersebut, menyebabkan proporsi penduduk usia produktif menjadi modal penting dan berharga dalam mengemban kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia di masa mendatang. Namun, pencapaian bonus demografi tersebut bukanlah hal yang mudah, oleh karena keberhasilan pembangunan dari saat sekarang ini menentukan pencapaiannya.

 

  1. Krisis Ekonomi

Krisis ekonomi yaitu lumpuhnya kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang tutup dan meningkatnya jumlah pekerja yang menganggur. Sebelumnya sekitar tahun 1997-1998 Indonesia pernah mengalami krisis moneter yang berlangsung cukup lama sehingga menimbulkan krisis ekonomi yang parah saat itu. Pada saat itu Indonesia mengalami krisis moneter dikarenakan jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sehingga Bank – Bank mulai kehabisan modal karena banyaknya kredit yang tertunda. Sehingga Indonesia menjadi negara paling buruk dibandingkan negara lain.

Pada situasi tersebut tentu menimbulkan dampak yang sangat buruk terhadap roda perekonomian Indonesia dan membawa trauma tersendiri bagi masyarakat. Indonesia tidak hanya mengalami krisis ekonomi saja tetapi krisis social – politik, fenomena saat itu disebut dengan ‘Krisis Multidimensional’ karena berdampak buruk hampir keseluruh sistem Indonesia. Tahun 2008-2009 terjadi krisis ekonomi global yang dianggap sebagai krisis finansial terburuk sepanjang sejarah selama 80 tahun terakhir, krisis tersebut disebut dengan ‘’The Mother of All Crisis’’.

‘’The Mother of All Crisis’’ bermula dari Amerika dan kemudian meluas hampir ke seluruh dunia salah satu negara yang terkena dampak dari krisis ekonomi global adalah Indonesia. Indonesia kembali lagi mengalami krisis ekonomi karena Indonesia memiliki perekonomian terbuka dan saling ketergantungan antar negara, oleh karena itu Indonesia mudah terkena dampak eksternal. Namun pada krisis 2008 – 2009 dampak yang dirasakan oleh Indonesia tidak begitu besar karena saat itu Indonesia hanya memiliki rasio ekspor atas PDB sekitar 29%. Hal itu merupakan keuntungan bagi Indonesia sendiri..

Menurut Rohmad Hadiwijoyo (Ketua Dewan Direktur CIDES) UMKM Indonesia telah berperan penting sebagai backbone dan buffer zone yang menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan ekonomi meskipun UMKM belum signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional. Seperti yang diperlihatkan dalam data BPS bahwa pascakrisis tahun 1997-1998 jumlah UMKM tidak mengalami pengurangan melainkan meningkat, tercatat pada tahun 2012 ada 85 juta hingga 107 tenaga kerja dan jumlah total pengusaha di Indonesia sebanyak 56.539.560 unit. Namun pada tahun 2020 ini Indonesia dikhawatirkan akan mengalami kembali krisis ekonomi untuk ketiga kalinya karena pandemic Covid-19. Oleh karena itu pemerintah mulai melakukan banyak cara untuk mengantisipasi terjadinya krisis ekonomi.

 

     D.  Mortalitas

Kematian atau mortalitas merupaka salah satu dari tiga komponen proses demografi yang berpengaruh terhadap struktur penduduk. Tinggi rendahnya tingkat mortalitas penduduk di suatu daerah tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan penduduk, tetapi juga merupakan barometer dari tinggi rendahnya tingkat kesehatan masyarakat di daerah tersebut (Bagus, 2008).

Kematian tidak hanya terjadi pada usia tua akan tetapi kematian dapat menimpa siapa saja baik muda dan tua. Kematian berkaitan dengan masalah social, ekonomi, adat istiadat dan masalah lingkungan. Mati ialah peristiwa hilangnya tanda-tanda kehidupan secara permanen yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup, demikian mati selalu diawali dengan adanya kehidupan. Mati tidak pernah ada kalau tidak ada kehidupan sedangkan hidup selalu dimulai dengan lahir hidup (Live Birth) (Bagus, 2008).

Lahir hidup adalah peristiwa keluarnya bayi dari rahim seorang ibu secara lengkap tanpa memandang lama kehamilan dan setelah perpisahan tersebut terjadi, bayi bernafas dan memiliki tanda kehidupan seperti detak jantung, gerakan otot dan lain-lain. Selain lahir hidup ada juga yang namanya lahir mati, lahir mati adalah peristiwa menghilangnya tanda-tanda kehidupan dari bayi sebelum bayi tersebut dikeluarkan dari rahim ibunya. 

Untuk mengetahui suatu kematian didaerah atau tempat diperlukannya data yang mencatat kematian tersebut. Sumber data yang mencatat kematian diperoleh dari hasil registrasi vital akan tetapi di Indonesia masih belum berjalan. Oleh karena itu sensus penduduk, survey, rumah sakit, dinas pemakanan dan kantor polisi menjadi sumber data yang mencatat kematian seseorang disuatu daerah saat ini.

Untuk saat ini tingkat kematian di Indonesia meningkat dikarenakan menyebarnya virus COVID-19. Orang-orang yang rentan seperti lanjut usi dan memiliki riwayat penyakit genetis (jantung, asma, kanker) memiliki dampak yang serius jika terkena COVID-19 dapat menyebabkan kematian.Tidak hanya lansia atau orang yang memiliki riwayat penyakit saja tetapi orang yang imunitasnya kurang baik juga dapat menyebabkan kematian ketika mereka terkena COVID-19. Oleh karena itu pandemi ini sangat mengkhawatirkan masyarakat Indonesia sebab virus yang memiliki gejala seperti penyakit pilek ini dapat menyebabkan kematian jika masyarakat menghiraukannya.

Seperti yang diketahui kematian berkaitan dengan masalah ekonomi, saat pandemi COVID-19 muncul di Indonesia perekonomian pun mulai terguncang banyak usaha yang gulung tikar dan pekerja di PHK. Hal tersebut menyebabkan sebagian masyarakat kehilangan pendapatan sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya permasalahan tersebut tidak memungkinkan untuk terjadinya kematian. 

 

         BAB III         

PEMBAHASAN

 

  1. Kondisi Indonesia sebagai Negara yang Mendapat Bonus Demografi Ditengah Ancaman Krisis Ekonomi Akibat Pandemic COVID-19

 

Penduduk dunia diperkirakan mencapai 7,4 miliar jiwa dimana Indonesia menyumbang sebesar 255.182.144 juta jiwa atau sekitar 28,98% penduduk dunia adalah penduduk Indonesia. Berdasarkan data Survai Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015 jumlah penduduk Indonesia sebanyak 255,18 juta jiwa. Jumlah ini bertambah setiap tahunnya dalam jangka waktu lima belas tahun yaitu tahun 2000 hingga 2015, jumlah penduduk Indonesia mengalami penambahan sekitar 50,06 juta jiwa atau rata-rata 3,33 juta setiap tahun.

Komposisi penduduk Indonesia berdasarkan SUPAS menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia berada pada kelompok umur muda. Hal ini disebabkan masih tingginya angka kelahiran atau fertilitas di Indonesia. Pertumbuhan penduduk di Indonesia mengalami penurunan yaitu dari 1,4 % tahun 2000-2010 menjadi 1,43% tahun 2010-2015. Sebagai sebuah negara yang memiliki jumlah penduduk dalam usia produktif yang sangat banyak dan bahkan diprediksi hingga beberapat tahun kedepan Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapatkan bonus demografi.

Sebagai sebuah negara yang memiliki proporsi penduduk produktif rentang usia antara 15 - 40 tahun dalam evolusi kependudukan yang dialaminya, Indonesia sebagai negara yang mendapat bonus demografi, dimana merupakan masa transisi demografi, yaitu terjadinya penurunan tingkat kematian yang diikuti dengan penurunan tingkat kelahiran dan dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan penduduk usia produktif secara optimal. Dengan demikian, bonus demografi akan menjadi kesempatan besar, jika banyaknya penduduk usia produktif seimbang dengan ketersediaan lapangan pekerjaan (Noor, tth: 124).

Bangsa Indonesia diperkirakan mengalami bonus demografi pada tahun 2012-2028. Hal tersebut menjelaskan bahwa Indonesia saat ini di tahun 2020 telah memasuki dan berda pada masa bonus demografi tersebut. Sebagai negara yang mendapatkan bonus demografi akan menyebabkan ketergantungan penduduk dimana tingkat penduduk produktif menanggung penduduk nonproduktif (usia tua dan anak-anak) akan sangat rendah atau sekitar 10 penduduk usia produktif akan menanggung 3-4 penduduk usia non produktif. Hal ini akan menguntungkan bagi produktivitas dan pertumbuhan ekonomi suatu Negara apabila sumberdaya manusia terutama usia produktif berkualitas.

Oleh karena itu seperti halnya kemajuan yang terjadi pada Negara Korea Selatan dimana kemajuan negara tersebut terjadi setelah mengalami masa bonus demografi pasca mengalami kehancuran pada perang dunia. Dengan sudah memasuki era bonus demografi, Indonesia harus bersiap siap memanfaatkan bonus demografi ini dengan sebaik baiknya, agar bonus demografi ini benar benar bermanfaat sehingga dapat menjadi anugerah (kemajuan ekonomi).

Akan tetapi kondisi Negara Indonesia pada saat ini sedang dalam kondisi terancam terkena krisis ekonomi akibat wabah dari pandemi COVID-19. Virus yang pertama kali muncul pada masyarakat Wuhan dinyatakan sebagai penyebab timbulnya corona virus pada Desember 2019. Saat itu hanya beberapa orang yang dinyatakan positif terkena corona virus namun semakin hari semakin banyak orang-orang yang terkena virus tersebut dikarenakan interaksi yang dilakukan oleh penderita yang belum mengetahui bahwa dirinya terkena virus sehingga ketika mereka melakukan aktifitas sehari-hari tanpa sadar orang-orang yang berinteraksi dengan mereka tertular penyakit tersebut. Hingga virus ini semakin menyebar bukan hanya masyarakat Wuhan saja yang terkena corona virus tetapi hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia mendapatkan dampak nya. WHO menyatakan bahwa corona virus adalah pandemi karena menyebar ke seluruh negara di dunia sebanyak 185 negara yang terjangkit corona virus. Hal ini tentu sangat merugikan negara-negara yang tidak tahu menahu sehingga mereka merasakan dampaknya.

Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki dampak dari pandemi COVID-19 ini mengalami banyak kerugian seperti dalam hal social, ekonomi dan budaya bahkan dengan adanya virus ini tidak sedikit orang-orang dari berbagai negara yang telah meninggal karena daya tahan tubuh mereka yang tidak kuat melawan virus tersebut. Di Indonesia, data hingga Senin (6/4/2020) jumlah orang yang  terinfeksi  mencapai 2.491 orang, 209 meninggal dan 192 orang dinyatakan sembuh. Akibat dari pandemi ini Indonesia pun ikut terkena dampak dalam segi ekonomi dimana dampaknya membuat setiap negara harus mengeluarkan kebijakan guna mencegah penularan virus tersebut. Berbagai kebijakan dikeluarkan oleh berbagai negara mulai dari social distancing, Physical distancing, Lock Down, dan terkini di Indonesia dibuat regulasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyusul terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020.

Kondisi ini tentu berdampak pada turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Berbagai lembaga internasional memprediksi turunnya proyeksi ekonomi global tahun ini. Internasional Monetary Found (IMF) menyebutkan penyebaran virus Corona yang cepat akan menghapus harapan pertumbuhan ekonomi 2020. Imbas dari kebijakan setiap negara dan kebijakan negara itu sendiri menimbulkan kelumpuhan sebagian sistem perekonomian seperti halnya sistem ekspor dan impor yang tertunda, serta penuutupan sejumlah lapangan pekerjaan guna mencegah penyebarann virus tersebut.

Kondisi ini membuat Negara Indonesia mengalami berbagai persoalan ekonomi diberbagai sektor dimana, sektor-sektor yang ikut terkena dampak dari wabah virus ini adalah sektor lembaga keuangan di Indonesia seperti perbankan hingga konsumsi rumah tangga yang menurun. Di sektor konsumsi rumah tangga terjadi ancaman kehilangan pendapatan masyarakat karena tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Terutama rumah tangga miskin dan rentan serta sektor informal. Kemudian, penurunan lainnya juga terjadi pada UMKM. Pelaku usaha ini tidak dapat melakukan kegiatan usahanya sehingga terganggu kemampuan memenuhi kewajiban kredit.

Selain itu menurut Menteri Keuangan RI bahwa ekonomi Indonesia mendapat pengaruh virus corona. Dimana pada dasarnya Indonesia merespons apa yang berkembang di dunia ini terutama dari G-20 bahwa suasana perekonomian dunia sangat terpengaruh oleh kondisi virus corona yang sampai hari ini masih belum dipastikan ini akan menjadi seberapa panjang. Dalam menghadapi masalah ini berbagai negara lain sudah membuat skenario untuk mengantisipasi penurunan pertumbuhan ekonomi akibat virus corona, termasuk Indonesia.

Skenario tersebut perlu segera dibuat karena,  Negara Indonesia mengalami kesulitan dalam segi ekonomi dimana kebutuhan akan pentingnya biaya kesehatan dan logistik masyarakat yang harus terpenuhi oleh masyarakat, serta menimbulkan banyaknya pemutusan hubungan kerja akibat banyak lapangan pekerjaan khususnya di Indonesia dalam bidang industri yang mengalami berhenti produksi akibat tidak adanya pesanan dari luar akibat wabah virus ini. Selain itu usaha industri kreatif dan rumahan juga mengalami dampak akibat sulitnya mendapatkan konsumen akibat kondisi kesulitan saat ini. Hal ini membuat kondisi di Indonesia sebagai negara yang mendapatkan bonus demografi mengalami kesulitan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi akibat masalah pandemi virus ini.

Selain itu tingkat kematian yang terus menaik kini menjadikan masyarakat semakin khawatir karena pemerintah akan memberikan waktu lebih lama lagi untuk melakukan Lock Down sehingga semakin banyak para pekerja kesulitan mencari penghasilan karena pemberlakuan yang diterapkan oleh pemerintah. Kini masyarakat berharap akan menurunnya tingkat kematian yang disebabkan COVID-19 agar Indonesia cepat ‘sembuh’ dari pandemi ini dan tidak ada lagi pekerja yang kehilangan pekerjaan atau sulit untuk mencari penghasilan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

 

  1. Upaya Pemerintah dalam Menangani Krisis Ekonomi Saat Pandemi COVID-19

 

Sebagai sebuah negara yang memiliki bonus demografi di era ini, ditambah dengan posisi indonesia sebagai negara anggota G20 yang mewakili wilayah Asia Tenggara, serta telah dimasukannya isu bonus demografi ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Termasuk menjabarkan kerangka pelaksanaannya. Hal ini menunjukkan bahwa fenomena bonus demografi telah disadari dan mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Salah satu upaya pemerintah untuk menghadapi era bonus demografi ini melalui pemerataan pendidikan dasar bagi seluruh penduduk Indonesia dengan memberikan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebesar 1,3 Triliun. Pemerataan akses pendidikan dasar terutama bagi penduduk yang ada di pelosok dan kurang mampu secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Selain itu dicanangkannya pendidikan kependudukan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menjadi salah satu upaya untuk memberikan pengetahuan, kesadaran, dan tingkah laku tentang komponen-komponen dalam demografi dan kependudukan. Dengan mengetahui, setidaknya penduduk usia non produktif (penduduk usia sekolah sampai 15 tahun) menjadi sadar dan akhirnya akan mempengaruhi perilaku mereka yang serba bertanggung jawab terhadap pertambahan penduduk di Indonesia.

Akan tetapi saat ini seluruh dunia bahkan Negara Indonesia sedang dihadapi dengan isu penyebaran wabah virus corona, dimana wabah ini telah mengancam pertumbuhan ekonomi dunia bahwa Indonesia. Oleh karena ini sebagai sebuah negara yang sedang merancang pembangunan ekonominya melalui bonus demografi, Indonesia harus segera membuat langkan atau skenario guna dapat mengatasi masalah pandemi corona. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa ditengah pandemi virus ini dibutuhkan langkah yang tepat guna mengatasi masalah ekonomi dinegara ini.

Berbagai kebijakan perlu dibuat dan dilakukan oleh Indonesia guna dapat mampu menekan angka stabilitas ekonomi di Indonesia. Pada saat ini dimana Indonesia sedang di hadapkan oleh krisis ekonomi akibat lambatnya laju pertumbuhan ekonomi serta banyaknya masyarakat yang bekerja terpaksa dirumahkan akibat banyaknya lapangan pekerjaan yang tutup sementara akibat masalah pandemi ini maka pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan bersamaan dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah khususnya daerah yang saat ini menjalankan kebijakan PSBB guna menanggulangi penyebaran virus tersebut.

Pemerintah pusat mengeluarkan beberapa kebijakan ekonomi guna mengatasi masalah akibat Pandemi COVID-19 diantaranya yang pertama, Presiden memerintahkan seluruh menteri, gubernur dan wali kota memangkas rencana belanja yang bukan belanja prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kedua, melalui Presiden meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengalokasikan ulang anggarannya untuk mempercepat pengentasan dampak corona, baik dari sisi kesehatan dan ekonomi. Langkah tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Virus Corona.

Ketiga, pemerintah pusat serta pemerintah daerah menjamin ketersediaan bahan pokok, diikuti dengan memastikan terjaganya daya beli masyarakat, terutama masyarakat lapisan bawah. Bantu para buruh, pekerja harian, petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro dan kecil agar daya belinya terjaga. Salah satunya seperti halnya yang dilakukan di Provinsi Jawa Barat dimana pemerintah derah mebagikan logistik kepada setiap masyarakat yang membutuhkan ditengah wabah virus COVID-19. ujar Jokowi. Keempat, pemerintah mendorong program Padat Karya Tunai diperbanyak dan dilipatgandakan, dengan catatan harus diikuti dengan kepatuhan terhadap protokol pencegahan virus corona, yaitu menjaga jarak aman satu sama lain. selain itu pemerintah juga mengeluarkan kebijakan melaui kartu prakerja sebagai salah satu upaya dalam mengatasi masalah ditengan penyebaran ekonomi, walaupun kebijakan ini dirasa tidak sesuai dengan fungsi dari dibuatnya kebijakan ini pada awal masa kampanye presiden.

Kelima, pemerintah memberikan tambahan sebesar Rp 50.000 pada pemegang kartu sembako murah selama enam bulan. Dengan demikian, peserta kartu sembako akan menerima Rp 200.000 per keluarga per bulan. Untuk menjalankan alokasi tambahan kartu sembako ini, pemerintah menganggarkan biaya Rp 4,56 triliun. Keenam, pemerintah juga membayarkan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 yang selama ini dibayar oleh wajib pajak (WP) karyawan di industri pengolahan. Alokasi anggaran yang disediakan mencapai Rp 8,6 triliun. Ketujuh, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan relaksasi kredit di bawah Rp 10 miliar untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Relaksasi tersebut berupa penurunuan bunga dan penundaan cicilan selama setahun, baik dari perbankan dan industri keuangan non bank. Selain itu, penangguhan cicilan selama setahun juga berlaku bagi ojek, supir taksi dan nelayan yang memiliki cicilan kendaraan.

Dari ketuju kebijakan tersebut masih dirasa belum efektif untuk tetap menekan dampak buruk dari virus corona ini dalam aspek ekonomi. Indonesia dituntut untuk dapat menciptakan berbagai skenario yang mungkin dapat digunakan untuk menekan masalah ekonomi ini. Hal ini karena dampak dari penyebaran virus corona ini tidak diketahui kapan akan berhenti. Salah satu skenario yang dikeluarkan oleh pemerintah adalah melalui pembuatan paket kebijakan pariwisata. Kebijakan ini berisi mengenai pemberian paket-paket pariwisata untuk mencegah dampak terlalu besar terhadap jumlah kunjungan pariwisata ke Indonesia. Hal ini karena kunjungan itu berpengaruh pada restoran, hotel, maka kebijakan ini akan memfokuskan kepada daerah-daerah yang kena dampak langsung itu. Itu dipaket-paket seperti paket pariwisata terkait diskon pesawat, untuk travel agen, untuk daerah sendiri juga malam ini formulasinya sedang difinalkan.

Akan tetapi kebijakan tersebut menuai kritik yang keras dari masyarakat dan para akademis serta para pihak pihak kesehatan. Hal ini karena kebijakan tersebut dapat menimbulkan penyebaran virus covid-19 kesetiap daerah yang memiliki objek wisata. Hal ini akan berdampak fatal karena dengan biaya paket wisata murah makan banyak masyarakat yang tergiur dan akan pergi berwisata dan akhirnya dapat menimbulkan masalah abru yaitu mudahnya penyebaran virus corona dari program tersebut. Sehingga program ini pun harus segera di respon oleh pemerintah untuk dikaji ulang agar mencegah terjadinya permasalahan dan kegaduhan di masyarakat.

 

  1. Upaya Mayarakatyang Menjadi Bonus Demografi di Indonesia dalam Menghadapi Krisis Ekonomi Akibat Pandemic COVID-19

 

Penduduk dunia diperkirakan mencapai 7,4 miliar jiwa dimana Indonesia menyumbang sebesar 255.182.144 juta jiwa atau sekitar 28,98% penduduk dunia adalah penduduk Indonesia.  Modal manusia yang sangat besar ini harus dimanfaatkan sebaik baiknya untuk membangun Indonesia. Karena sejak tahun 2015 Indonesia telah masuk ke era bonus demografi dimana jumlah penduduk usia produktif sangat banyak. Penduduk usia produktif ini adalah merupakan tenaga kerja yang dapat dimanfaatkan untuk membangun Indonesia. Tenaga kerja yang jumlahnya meningkat ini dapat dimanfaatkan apabila mereka terdidik, terampil, sehat dan ada lapangan pekerjaannya.

Dalam perjalannya saat ini sebagai sebuah negara yang memiliki bonus demografi, Indonesia mengalami masalah ancaman krisis ekonomi akibat wabah virus COVID-19 yang tengan terjadi di seluruh dunia saat ini. Permasalahan ini pula menyebabkan banyaknya para golongan yang termasuk kelompok bonus demografi mengalami putus kerja akibat banyaknya lapangan pekerjaan yang tutup akibat penyebaran virus ini. Oleh karena itu sebagai golongan generasi muda diharapkan mampu memberikan solusi atas masalah yang terjadi serta dalam hal memenuhi kebutuhan hidup di kondisi masyarakat saat ini mereka diharapkan mampu menciptakan langkah yang tetap dapat menimbulkan kondisi yang produktif walaupun saat ini tengah berada di tengah wabah COVID-19.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh para golongan generasi muda yang menjadi bonus demografi negara bisa melakukan upaya guna tetap meningkatkan produktifitas dan juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Langkah yang dapat diambil diantaranya:

1.      Melakukan usaha informal berbasis aplikasi. Langkah ini dianggap efektif dalam meningkatkan produktifias karena ditengah kondisi saat ini banyak masyarakat yang tidak bisa keluar rumah untuk membeli bahan kebutuhannya sehingga dengan melalui media belanjan online mereka bisa tetap mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan juga golongan yang mennjadi bonus demografi dapat menjadi tetap produktif ditengah kondisi saat ini.

2.      Memanfaatkan situasi melalui inovasi. Langkah ini harus dilakukan guna dapat mendorong diri setiap golongan generasi muda yang menjadi bonus demografi negara untuk tetap produkif diantaranya adalah dengan membuat kelompok dalam berbisnis atau membuat inovasi via aplikasi atau onlie seperti halnya di kota bandung dimana sekelompok pemuda membuat aplikasi untuk para warga berbelanja kebutuhan di pasar tradisional sehingga mereka bisa membatu dua golongan sekaligus yaitu pedagang pasar dan juga warga yang menjadi konsumen dimana kelompok ini menjadi pelantara diantara keduanya.

3.      Memanfaatkan media sosial untuk berbisnis dan berinovasi. Di era saat ini banyak langkah yang dapat ditempuh oleh para generasi muda diantaranya yaitu melalui bisnis berbasis media sosial dimana dengan melalui media sosial tidak akan terciptanya kontak langsung dan dapat mencegah penularan virus serta tetap menjadi golongan yang produktif.

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Dengan demikian sebagai sebuah negara yang mendapatkan bonus demografi saat ini, Negara Indonesia harus mampu menanfaatkan posisi tersebut walaupun saat ini Indonesia sedang berada titengah ancaman krisis ekonomi akibat wabah virus corona dimana di saat ini, posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia sedang mengalami perlambatan serta berbagai persoalan akibat wabah virus corona seperti halnya banyaknya pemutusan hubungan kerja, serta perlambatan laju investasi.

Sebagai sebuah negara yang memiliki bonus demografi di era ini, Indonesia harus mampu menjaga pertumbuhan ekonominya guna dapat meningkatkan pembangunan negara walaupun saat ini Indonesia berada ditengan kondisi ketidakstabilan ekonomi akibat penyebaran virus corona, Indonesia harus mampu menjalankan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui berbagai kebijaakan yang dirasa efektif guna mencegah perlambatan pertumbuhan ekonomi dan menjadi masalah diwaktu yang akan datang.

Dengan demikian sebagai bagian dari masyarakat yang menjadi bonus demografi Indonesia, dalam menjalankan dan tetap meningkatkan kondisi pertumbuhan ekonomi di Indonesia para bagian dari masyarakat yang menjadi bagian dari bonus demografi dapat melakukan berbagai inovasi dan kegiatan yang dapat tetap meningkatkan produktifitas dan keuntungan melalui media sosial dan dunia maya yang dimanfaatkan guna mendapatkan keuntungan ditengan wabah covid-19 saat ini.

 

SUMBER :

(n.d.). Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/48298-ID-profil-penduduk-indonesia-hasil-supas-2015.pdf.

(n.d.).

Falikhah, N. (n.d.). Peluang dan Tantangan Bagi Indonesia. Bonus Demografi, 1-3.

Ihsanuddin. (n.d.). 9 Kebijakan Ekonomi Jokowi di Tengah Pandemi COVID-19: Penangguhan Cicilan hingga Relaksasi Pajak. Retrieved from Kompas.com: https://nasional.kompas.com/read/2020/03/26/07412441/9-kebijakan-ekonomi-jokowi-di-tengah-pandemi-covid-19-penangguhan-cicilan?page=3.

Problematika Pemerintah Dalam Menyongsong Bonus Demografi Di Indonesia. (2018). Jurnal Potret - Jurnal Penelitian dan Pemikiran Islam.

Q&A on Coronaviruses (COVID19). (2020, April 17). Retrieved from World Healt Organizatioj: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses

Septia, M. D. (2016). Kajian Penyebab Tingkat Kematian. 1-2.

Tarmidi, L. T. (1999). Krisis Moneter Indonesia Sebab, Dampak, Peran Dan Sasaran . Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, 1-3.

Virus. (n.d.). Retrieved from https://duns.ac.id/repository/docs/ajar/BAB_IV_virus.pdf

 

 

Selasa, 13 Oktober 2020

BISNIS ONLINE SHOP MARKETING

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Pada era yang modern ini, sudah banyak perkembangan yang dapat kita lihat saat ini. Salah satunya ialah penggunaan SMARTPHONE yang makin diminati dan semakin meningkat setiap tahunya.. Adanya fitur – fitur social media yang mudah diakses dan ditawarkan dalam sistem komunikasi smartphone ini tentunya semakin mempermudah kita dalam berkomunikasi dan tetap terhubung dengan teman, sahabat, bahkan kerabat yang jarang kita jumpai dalam keseharian karena padatnya rutinitas yang kita jalani sehari – hari. Dengan tersedianya fasilitas – fasilitas social media yang semakin memudahkan kita tidak hanya dalam berkomunikasi tetapi juga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari.  Hal ini jelas menarik keinginan para produsen atau afiliate ( perorangan yang menjualkan produk orang lain ) untuk mencari celah atau peluang usaha dengan mengambil keuntungan yang didapat dari banyak pengguna smartphone saat ini.  Dengan hanya bermodalkan smartphone yang kita gunakan dalam keseharian ditunjang pula dengan fasilitas internet yang semakin luas, kita dapat mencoba suatu bentuk usaha yang dapat ditawarkan kepada konsumen termasuk dalam interaksi jual belinya. Saat ini ada satu tren yang sedang mengemuka di dunia, bahkan di Indonesia, yakni belanja online, atau sering disebut online shop.

        Berbagai macam barang bisa kita dapatkan secara online. Dari baju, sepatu,  tas, aksesorisnya, kosmetik, bisa kita beli secara online melalui internet, hanya dengan melakukan sekali ‘klik’ saja.

Online Shop terhitung mudah di jalankan, dan murah, karena tidak membutuhkan modal yang besar, foto produk serta akses internet untuk menjalankannya, bisnis online shop ini sudah dapat berjalan Tujuan dari pembuatan usaha online shop ini ialah lebih kepada meningkatkan kesejahteran atau perekonomian perorangan yang bersifat pribadi. Penyusun ingin mencoba mengaplikasikan apa yg telah kami pelajari selama ini dengan menggabungkan kemampuan penyusun dan melihat peluang yang ada untuk membuka usaha yag dapat membantu dan meningkatkan perekonomian atau kesejahteran pribadi kami masing – masing terlebih dahulu. dimana internet sedang maju dengan pesat pesatnya, bahkan sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian penduduk di dunia.

Bisnis Online saat ini bukan lagi menjadi istilah asing di Indonesia, baik kita yang kesehariannya terbiasa menggunakan internet ataupun tidak. Apapun definisi yang diberikan untuk Bisinis Online ini, yang jelas pelaku bisnis ini memperolah keuntungan dari adanya internet.

 

Sebagian orang mendefinisikan bahwa bisnis onlineadalah sesuatu aktifitas bisnis baik jasa maupun produk yang ditawarkan melalui media internet mulai dari negoisasi hingga kegiatan transaksinya, seperti menjual software, ebook dan sejenisnya tanpa harus bertatap muka dengan customer.Saya sendiri cenderung lebih setuju apabila Bisnis Online didefinisikan sebagai “sesuatu aktifitas bisnis yang sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan melalui media internet” apapun jenis bisnisnya dari mulai menjual hasil bumi hingga mobil.

Dengan kata lain meski kita hanya seorang marketing dari sebuah perusahaan dan melakukan aktifitas marketing melalui media internet, bisa disebut sebagai pelaku bisnis online.

Bahkan yang luar biasa adalah, jika kita memiliki kemampuan memasarkan di internet, sangat terbuka kesempatan luas untuk dapat membantu memasarkan produk-produk orang lain baik perorangan maupun perusahaan-perusahaan dengan pendapatan yang menggiurkan.

Bisnis Online terdiri dari 2 kata yakni Bisnis dan Online. Bisnis adalah suatu usaha atau aktivitas yang dilakukan oleh kelompok maupun individual, untuk mendapatkan laba dengan cara memproduksi produk maupun jasanya untuk memenuhi kebutuhan konsumennya. Sedangkan kata Online menurut kamus.web.id adalah suatu kegiatan yang terhubung melalui jaringan komputer yang dapat diakses melalui jaringan komputer lainnya.

 

Jadi dapat disimpulkan bahwa Bisnis Online adalah suatu kegiatan atau aktifitas yang dilakukan di media internet untuk menghasilkan uang. Seperti halnya sebuah kegiatan bisnis di kehidupan nyata, bisnis online yang di jalankan via Internet ini pun memiliki tujuan yang sama yaitu menghasilkan suatu keuntungan. 

Banyak dan banyak sekali alternatif bisnis online tempat kita memperoleh pundi – pundi rupiah dari bisnis online. Sebagai contoh jika anda bisa melakukan kegiatan klik – klik iklan yang disediakan oleh pihak Advertiser maka anda lebih cocok mendalami bisnis Paid To Click (PTC). Jika anda mempunya skill dalam menjual barang dan jasa maka bisnis Affiliasi atau Reseller sangat cocok untuk anda. Pintar meracik dan mengembangkan blog maka Bisnis Paid Per Click (PPC) bisa anda gunakan untuk meramaikan blog anda.  Pintar merayu downline, MLM Online cocok buat anda. Dan masih banyak lainnya yang bisa anda coba.

 

1.2  Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian dari bisnis ?

2.      Apa tujuan dari bisnis ?

3.      Apa yang dimaksud dengan internet arketing ?

4.      Apa arti dari online shop ?

5.      Apa sajakah elemen dari bisnis ?

6.      Bagaiama cara sukses berbisnis online ?

7.      Siapa sajakah pelaku bisnis online ?

8.      Apa kelebihan dan kemudaha bisnis online ?

9.      Apa kekurangan dan kelemahan bisnis online ?

10.  Bagaimana cara untuk memastkan sebuat online shop ?

 

1.3  Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini ada006Cah untuk mengetahui perkembangan bisnis di dunia yang semakin modern oleh pengaruh teknologi. Dan hal ini dapat dimaknai bahwa bisnis bisa dimulai kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja. Dengan berbagai teknologi sekarang ini, contohnya seperti smartphone, seseorang bisa memulai berwirausaha melalui media sosial yang juga banyak digunakan oleh masyaraat sekarang ini. Tujuan penulisan ini juga bermanfaat agar dapat menambah wawasan dalam mengikuti perkembangan teknologi.

 

1.4       Metodologi Penelitian

        Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah metode observasi, kepustakaan, dan deskriptif. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah penulis dapat mengetahui gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta gejala yang sudah diteliti.

 

 

BAB II

ISI

 

 

2.1 Pengertian Bisnis

Pengertian Bisnis ini merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh perorangan atau juga organisasi yang melingkupi aktivitas produksi, pembelian, penjualan, atau juga pertukaran barang/ jasa, dengan tujuan untuk bisa mendapatkan keuntungan atau laba.

Kata dari “bisnis” ini berasal dari bahasa Inggris, yakni “business” yang artinya ialah kesibukan. Di dalam konteks sederhana, yang dimaksud dari kesibukan ini ialah melakukan suatu aktivitas/kegiatan atau juga pekerjaan yang memberikan suatu keuntungan pada seseorang.

Penggunaan dari kata “bisnis” ini bisa atau dapat dibedakan menjadi tiga, tergantung atas skupnya. Kata bisnis ini bisa atau dapat merujuk pada:

  1. Badan Usaha, yaitu kesatuan Yuridis, teknis, dan ekonomis untuk mencari keuntungan.
  2. Sektor Pasar Tertentu, misalnya pasar Modal.
  3. Seluruh aktivitas pada komunitas produsesn barang dan jasa.

 

 

 

2.2 Tujuan Bisnis

Tujuan utama dari semua bisnis adalah untuk mendapatkan laba dengan memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Adapun beberapa tujuan bisnis adalah sebagai berikut:

1.      Untuk memperoleh keuntungan dari kegiatan bisnis.

2.      Untuk pengadaan barang ataupun jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

3.      Untuk mencapai kesejahteraan pemilik faktor produksi dan masyarakat.

4.      Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

5.      Untuk menunjukkan eksistensi suatu perusahaan dalam jangka panjang.

6.      Untuk meningkatkan kemajuan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara umum.

7.      Untuk menunjukkan prestise dan prestasi.

 

 

  2.3 Internet Marketing

Pada dasarnya antara Bisnis Online dan Internet Marketing mempunyai kesamaan arti atau makna yang sama yakni sama – sama memiliki tujuan untuk memperoleh penghasilan melalui dunia maya. Namun untuk Internet Marketing lebih berorientasi terhadapat ilmunya atau teknik – teknik mendapatkan uang dari bisnis online tersebut.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Internet Marketing adalah suatu ilmu wajib yang digunakan bagi setiap orang yang ingin mengembangkan usaha atau meraih penghasilan dari internet. Dengan mengetahui cara dan strategi internet marketting yang tepat maka Anda akan mengerti dasar dari pemasaran melalui media internet.

Sebagai contoh apabila anda mempunyai skill atau kemampuan menjual produk – produk dari produsen atau lebih familiarnya Affiliasi. Maka anda pastinya membutuhkan apa yang namanya tempat atau wadah untuk berpromosi. Kemudian anda membuat sebuah blog atau web dan anda kembangkan blog tersebut dengan berbagai teknik untuk mendatangkan pengunjung supaya mereka (pengunjung) membeli produk dari anda. Dengan membuat dan mengembangkan blog inilah anda sudah menerapkan teknik dari Internet Marketing. Dan masih banyak teknik Internet Marketing lainnya tidak hanya dengan membuat dan mengembangkan blog, saya beri contoh dengan berpromosi melalui forum – forum, melalui jejaring sosial, website iklan baris, chat online, dsb.

2.4 Pengertian Online Shop

Menurut Didit Agus Irwantoko, belanja online (online shop) merupakan proses pembelian barang/jasa oleh konsumen ke penjual realtime, tanpa pelayan, dan melalui internet. Toko virtual ini mengubah paradigma proses membeli barang/jasa dibatasi oleh tembok, pengecer, atau mall. Maksutnya, tak perlu harus bertemu penjual/pembeli secara langsung, tak perlu menemukan wujud ‘pasar’ secara fisik, namun hanya dengan menghadap layar monitor computer, dengan koneksi internet tersambung, kita dapat melakukan transaksi jual/beli secara cepat dan nyaman.

Hasil survey terakhir (December 2011) menunjukkan bahwa 36% dari seluruh transaksi perdagangan yang terjadi di Indonesia di lakukan secara online atau online shop.

Survey yang dapat menjadi tolok ukur untuk mengetahui kecenderungan konsumen dalam berbelanja melalui online tersebut dilakukan di 25 negara dengan periode antara 5 Desember 2011 hingga 6 Februari 2012. Laporan untuk kawasan Asia/Pasifik—Thailand, Cina, Jepang, Korea, Australia, Malaysia, Selandia Baru, Taiwan, Vietnam, Hong Kong, Indonesia, Singapura, India, Filipina—juga dilengkapi dengan wawancara mengenai perilaku berbelanja online terhadap 7.373 responden dari 14 negara—catatan: hasil survei dan laporan yang menyertainya tidak mencerminkan kinerja keuangan MasterCard, (DuniaUKM, 2012).

Di Indonesia sendiri, belanja online atau online shop mulai muncul sekitar tahun 2000-an, dan sekarang toko online sudah menjamur ada dimana mana. Apalagi dengan adanya dukungan media jejaring sosial, seperti facebook, twitter, blog, multiply, tumblr, yang dapat sangat berguna untuk mempromosikan produk yang ingin di jual/di beli. Media sosial inilah merupakan salah satu media yang membuat berbelanja online semakin mudah terjadi.

 

 

2.5 Elemen dalam Bisnis

Elemen dalam sistem bisnis terdiri dari empat, yaitu :

1.  Modal (Capital)

        Sejumlah uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan bisnis yaitu transaksi.

2.  Bahan-bahan (Materials)

Faktor produksi yang diperlukan dalam melaksanakan aktifitas bisnis untukdiolah dan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

3. Sumber Daya Manusia ( SDM)

        Kualifikasi SDM, yakni memiliki kemampuan kompetitif dan berkualitas tinggi.

4.  Keterampilan Manajemen ( Management Skill)

        Sistem manajemen yang dijalankan berdasarkan prosedur dan tata kerja manajemen

 2.6 Cara Sukses Usaha Bisnis Online

Berikut ini akan dijelaskan secara lengkap tentang bagaimana cara sukses usaha bisnis online. Adapun dalam tulisan ini akan dipaparkan 10 cara sukses bisnis online yang tentunya akan sangat bermanfaat Anda baca:

 

1. Tentukan Tujuan

Dalam menentukan tujuan ini, Anda harus terlebih dahulu memikirkan sebuah tujuan, tentang sektor bisnis online apa yang akan hendak dilakoni. Sebagai contoh bisnis online jualan baju lewat Facebook, binsin online membuat Blog, bisnis online melalui Twitter dan lain sebagainya. Dengan memantapkan tujuan bisnis online, tentunya akan mempengaruhi keberhasilan usaha online yang akan dilaksanakan nantinya.

2. Riset Pasar

Memulai bisnis online sesuai minat merupakan hal yang baik. Dan akan lebih baik jika sebelumnya diikuti dengan riset. Melakukan riset pasar adalah cara untuk mengendus seberapa baik potensi pasar.

3. Jangan Ditunda

Jika sudah punya tujuan Bisnis Online maka segera lakukan, laksanakan. Jangan ditunda-tunda. Sebab sering kejadian sesuatu yang ditunda akhirnya tidak jadi dilaksanakan. Apalagi kalau sudah punya ide, langsung laksanakan jangan ditunda.

4. Lakukan Bertahap

Menjalankan bisnis online bukan kerja semalam. Namun merupakan kerja yang membutuhkan konsistensi dan dilakukan secara terus menerus. Pebisnis online selalu punya langkah lanjutan untuk membuat bisnis onlinenya lebih sukses.

5. Perluas Jaringan

Teman, kawan dan jaringan merupakan kepanjangan tangan dari pengaturan rejeki yang sudah diatur oleh Tuhan. Makin banyak jaringan anda, makin banyak pintu rejeki akan mengalir pada anda.

6. Marketing

Marketing atau pemasaran adalah penggerak dari segala jenis bisnis di dunia ini, termasuk di bisnis online. Di dunia Bisnis manapun Marketing adalah pendukung utama penjualan, jangan bosan untuk melakukan Marketing. Perusahaan yang sudah besar sekalipun tidak bosan-bosan melakukan Marketing.

7. Berani Ambil Resiko

Yang namanya Resiko disetiap kegiatan apapun selalu ada, baik resiko terbaik maupun resiko terburuk. Tinggal bagaimana kita memandang resiko terutama resiko yang buruk. Kata para ahli orang yang sukses adalah orang yang berani ambil resiko.

8. Harus Fokus

Jangan mudah berpindah arah. Tetap fokus dengan bisnis online anda. Ada banyak “godaan” di bisnis online, dan di sini FOKUS anda diuji.

 

10. Jangan Bosan

Mungkin ada saatnya anda mengalami kebosanan saat harus menjalankan ini itu agar bisnis online anda tetap berjalan. Bosan merupakan sifat yang sangat manusiawi. Namun untuk berhasil anda harus bisa mengalahkan sifat mudah bosan. Yang namanya hidup ini adakalanya kita merasa bosan, makan saja kadang bosan. Tapi rasa bosan jangan dibiarkan, cari variasi lain biar nggak bosan

 

2.7 Para Pelaku Bisnis Online

              1.    Owner: sebagian orang yang memiliki produk atau jasa.

              2.    Marketer: mereka-mereka yang mempunyai keahlian dalam memasarkan sebuah  -

                     Produk tanpa memiliki produk tersebut.

              3.    Publisher: sebagian orang yang mempunyai web/blog dengan menyediakan ruang

                     Sebagai tempat produksi produk.

 

2.8 Kelebihan dan Kemudahan Bisnis Online

Memang bisnis online memiliki lebih kemudahan tertentu. Seperti misalnya kemudahan karena kita tidak perlu keluar capek-capek menuju tempat belanja untuk membeli sesuatu. Kita hanya butuh membuka toko online, kemudian melihat-lihat barangnya dan kemudian mengadakan pemesanan. Terkadang juga barang yang Anda cari-cari bisa Anda temukan di toko online daripada offline.

 

Peluang

Bisnis internet memang sedang naik daun, sehingga banyak orang mencoba ikut dalam kemeriahan ini. Namun tidak sedikit yang kebingungan mau bisnis.Peluang usaha yang gampang dilakukan biasanya pasti tidak membutuhkan modal besar. Cara Strategi Pemasaran Bisnis Online. Pemasaran berbagai usaha dan bisnis telah secara langsung terpengaruh oleh revolusi digital dalam berbagai cara.

 

Ancaman

Banyak entrepreneur yang berpikir bahwa ancaman terbesar dalam berbisnis adalah para pesaing yang berada di ceruk pasar yang sama dengan yang mereka terjuni. Mereka juga kadang berpikir ancaman terbesar adalah ketidakpedulian konsumen terhadap produk dan layanan yang mereka luncurkan. Tetapi tak banyak yang menyadari bahwa kesuksesan juga menjadi satu faktor ancaman yang perlu diperhitungkan

 

 

 

2.9 Kekurangan dan Kelemahan Bisnis Online

Namun, bisnis online tetap memiliki kelemahan. Kelemahannya yaitu tentang penipuan dan barang yang tidak sesuai keterangan (eror). Hal ini menjadi faktor yang membuat para pelanggan takut untuk membeli secara online. Biasanya eror yang sering terjadi yaitu barang yang tidak sesuai dengan gambar atau keterangan. Oleh karena itu, kita tetap perlu berhati-hati dan sangat 

Resiko Bisnis Online : Resiko penipuan Tidak Ada Order / Produk Tidak Laku Kasus Ambil Alih Konsumen Pada DROP SHIPPING Marketing Terlalu Berlebihan Diatas Kualitas Produk Order Meningkat Pesat Sampai Tidak Terlayani

 

2.10 Cara Memastikan sebuah Online Shop

Saat ini pun masih banyak beredar penipuan berkedok online shop alias online shop fiktif. Gambar, harga miring, diskon besar besaran, komentar komentar positif yang tertera pada toko online tersebut, belum bisa di jadikan jaminan yang cukup untuk kita mempercayainya. Apalagi bagi kita yang masih ragu dengan belanja online (online shop) ini. Berikut tips tips cara memastikan keaslian sebuah online shop :  

a)    Tanyakan kepada si admin, dimana alamat toko tersebut. Jika diberikan alamat yang jelas coba lacak menggunakan Google map, apakah alamat tersebut fiktif atau tidak.

b)    Tanyakan apabila toko tersebut lokasinya dekat, bisahkah COD (cash on delivery). Bila si pemilik toko enggan melakukan transaksi COD, lebih baik tidak perlu ada transaksi.

c)    Bila lokasi jauh bisakah transaksi menggunakan rekening bersama. Jika pemilik toko enggan menggunakan rekening bersama, dipastikan mereka takut. Karena bila menggunakan rekening bersama otomatis keamanan uang Anda terjamin.

d)    Coba cari nomer telepon yang tertera di toko tersebut di Google. Biasanya dengan begitu Anda bisa menemukan banyak komentar-komentar dari para pembeli yang sudah ditipu. 

 

 

BAB III

ANALISIS

 

        Di jaman yang serba maju sekarang ini, banyak yang menggunakan media sosial sebagai tempat berbisnis. Hal itu dilakukan karena modal yang dikeluarkan tidak begitu besar tapi peluang usaha tersebut itu untuk berhasil sangat besar asalkan kita lebih mengutamakan kenyamanan dan kualitas barang yang di jual kepada konsumen.

        Promosi di media sosial sangat besar manfaatnya, sebagai contohnya saat kita meminta teman untuk promosikan juga di akun sosialnya sehingga barang yang kita jual akan tersebar luas, maksudnya tersebar luar adalah banyak orang – orang yang datang ke media sosial kita baik untuk membeli atau sekedar mengujuki dan mengecek harga.

        Sudah banyak bidang yang menggunakan media sosial sebagai tempat berbisnis. Contohnya seperti wisata kulier, pariwisata, oleh – oleh, pelengkapan pribadi bahkan perlengkapan rumah, dan masih banyak lagi. Hanya perlu membeli kuota internet maka kita dapat mengembangkan bisnis tersebut secara online dengan tanpa unsur penipuan, karena banyak sekali kasus kelalaian dalam memilih online shoping sehingga mereka (konsumen) tertipu.

        Penulis sempat mewawancarai salah satu mahasiswi Pariwisata, dia merupakan teman penulis sendiri semenjak SMA. Menurutnya bidang pariwisata Indonesia sedang ditingkatkan untuk lebih bersaing dengan negara – negara tetangga, terutama pemerintah sedang mengusung rencana pariwisata yang bertemakan tentang pedesaan yang bertujuan juga untuk meningkatkan pendapatan daerah. Promosi yang dilakukan terfokus juga pada media sosial yang bersifat online. Sudah banyak sekarang situs – situs liburan pariwisata yang terkenal di Indonesia, salah satunya adalah Traveloka. Bukan hanya melalui media sosial tetapi promosi juga dilakukan di televisi yang berupa iklan yang digunakan untuk meningkatkan nilai yang men-download aplikasi tersebut. Dari aplikasi tersebut, konsumen dapat mengetahui pariwisata – pariwisata yang menarik serta tempata penginapan dan deskripsinya secara mendetail terutama masalah harga. Dengan hadirnya berbagai maca situs – situs tersebut, dapat memudahkan konsumen untuk liburan atau memenuhi  keperluan kehidupan sehari – hari.

        Jadi menurut penulis, bisnis online ini sangat membantu baik dikalangan manapun. Hanya perlu bagi konsumen untuk berhati – hati terhadap situs media sosial yang bertujuan sebagai penipuan. Hendaknya kita sebagai pembeli, harus lebih teliti dalam memilih bisnis online manakah yang terpercaya dan sudah banyak digunakan oleh masyarakat.

 

BAB IV

PENUTUP

 

4.1  Kesimpulan

Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba sebesar-besarnya. Secara historis, bisnis berasal dari kata business yang berasal dari kata dasar busy yang berarti “sibuk”. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.  Dalam ekonomi kapatalis, kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya.

Belanja online (online shop) merupakan proses pembelian barang/jasa oleh konsumen ke penjual realtime, tanpa pelayan, dan melalui internet.

Tak perlu harus bertemu penjual/pembeli secara langsung, tak perlu menemukan wujud ‘pasar’ secara fisik, namun hanya dengan menghadap layar monitor computer, dengan koneksi internet tersambung, kita dapat melakukan transaksi jual/beli secara cepat dan nyaman.

Tetapi, arang yang hanya di lihat secara gambar masih tidak cukup sebelum dilihatnya, serta diraba nya secara langsung. Sebagian lagi beranggapan, jika hanya melihat gambar, dan mengira - ira wujudnya saja, bisa jadi barang yang di beli tidak sesuai dengan ekspektasi atau bayangan kita. Atau lebih gamblangnya, mereka takut merasa kecewa atau di kecewakan dengan barang yang di dapatkannya setelah melakukan transfer sejumlah uang tertentu. Karena transaksi sebagian besar online shop, dilakukan dengan cara mengirimkan sejumlah uang tertentu terlebih dulu kepada toko online, baru barang di kirim.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

http://ekonomi.kompasiana.com/marketing/2012/01/05/2/427659/strategi-berjualan-produk-fashion-di-online-shop.html

 

http://carapedia.com/memulai_usaha_online_info3601.html

 

https://pendidikan.co.id/pengertian-bisnis/

https://medium.com/treelight/bisnis-tujuan-fungsi-dan-macam-macam-bisnis-5278a17b15fa#:~:text=Tujuan%20Bisnis,jasa%20yang%20dibutuhkan%20oleh%20masyarakat.

 


 

.

Cute Bow Tie Hearts Blinking Blue and Pink Pointer